Assalamu'alaykum Wr. Wb,
Inilah sepenggal perjalanan gue di dunia perkuliahan...
BAK : Hallo, betulkah ini atas nama A.M. Komeini Malak? Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik program studi Ilmu Komunikasi di UHAMKA?
Meini : Ya, betul
BAK : Lantai rumahmu terbuat dari apa?
Meini : "Ubin, Pak" (merasa mulai aneh)
BAK : Pendapatan orang tua kamu perbulan berapa?
Meini : Hmm.. (mulai aneh, apakah ini pihak bank?), bapak dari mana ya?
BAK : Saya dari BAK
BAK : Saya dari BAK
Meini : Apa itu BAK, Pak?
BAK : Badan Administrasi Kampus, dari UHAMKA.
Meini : Oh, ada apa ya Pak? (Perasaan nggak ada masalah apa-apa di kampus)
BAK : Kamu terdaftar beasiswa Bidikmisi khusus
Meini : Serius, Pak??
BAK : Kamu A.M. Khomeini Malak kan??
Meini : Iya, Pak. Tapi kapan saya daftarnya?
BAK : Lho, nggak tahu, saya kira kamu yang daftar. Tapi kamu sudah terdaftar.
Meini : Alhamdulillah.... (sujud syukur)
BAK : Tolong siapkan, dokumen-dokumen kelengkapannya ya
Meini : Siap Pak, terima kasih. Nanti jika sudah lengkap akan saya serahkan ke Bapak.
Perkenalkan, gue mahasiswa UHAMKA peraih beasiswa bidikmisi khusus, ya panggil aja Meini. Jangan salah persepsi, gue bisa dapet beasiswa ini bukan karna gue pinter banget lho... tapi ya gua juga ngga bego bego amat kok, hehe. Tapi bisa dibilang gua cukup cerdik orangnya hehehe.. oke, langsung aja kita mulai perjalanan gimana gue bisa dapetin beasiswa itu.
Gue adalah seorang anak lulusan SMK Multimedia yang lulus pada tahun 2014 (lho kok udah lama lulusnya?). Nah, ini sabar biar gue ceritain. Awal kelulusan, gue langsung di jamin untuk kuliah oleh Kepala Sekolah gue yang lama di SMK. karena beliau sudah menjadi Kaprodi di Universitas Thamrin. FYI, ini universitas milik RS Thamrin, yang beralamat di Jl. Raya Bogor, Jakarta Timur.
Karena suatu saat, gue pernah di telpon oleh beliau, bahwa gua dapat beasiswa 100% selama kuliah disana. Dan yang lebih mengejutkannya lagi, itu beasiswa bukan hanya untuk diri gue sendiri, tapi juga untuk teman-teman gue yang gue anggap baik, dan kita bisa mendapat beasiswa full disana.
Akhirnya, gue bersama ke 3 teman gue, yaitu Opik, Ikbal, dan Ipul pun berkuliah disana. Tetapi, lambat laun ceritanya berbeda, awal kita kuliah disana sangat menyenagkan, gimana nggak, orang kita gak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun. Emang sih, jurusan kuliahnya berbeda dengan jurusan di SMK kita dulu, yaitu manajemen bisnis. pada awalnya ayah gue kurang setuju kalo gue masuk kuliah jurusan bisnis, katanya "jurusan bisnis masa depannya nggak cerah, cuman ngabisin duit buat ongkos". Tapi ya bener aja kata ayah, tapi bukan masalah dengan kuliahnya yang sia-sia tapi ada masalah lain.
*TO BE CONTINUE...

